1. Ridha dengan keputusan Allah SWT.
Ketika seseorang merasakan dan menyadari cinta Allah kepada dirinya, maka ia akan terdorong untuk rela dengan keputusan yang telah ditetapkan Allah swt bagi dirinya. Hal ini disebabkan oleh keyakinan bahwa Allah swt tidak pernah menginginkan sesuatu bagi dirinya kecuali kebaikan. Seluruh ketentuan yang telah digariskan Allah swt merupakan kebaikan hakiki yang ingin di berikan Allah swt kepada hamba-Nya, walaupun terkadang yang tampak bukan seperti kebaikan yang di bayangkan.
Sebagai contoh : Rezeki.
Allah swt membeikan rezeki yang berlimpah kepada sebagian orang dan menahannya terhadap yang lain karena Allah mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Nya.
Allah berfirman dalam Surat Asy-Syura : 27 yang artinya :
" Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah aka melampui batas dimuka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat"
2. Menikmati Ibadah dan Bersegera untuk Melaksanakannya
Ketika rasa cinta dihati seorang hamba bertambah terhadap Tuhannya, maka secara otomatis ketaatannya kepada Tuhannya pun akan bertambah. Cita inilah yang menyebabkan timbulnya ketentraman dan kerinduan kepada Allah swt. Cinta ini akan terungkap melalui dzikir dan munajatnya terhadap Tuhannya.
Orang shaleh berkata, "orang yang paling miskin dari penduduk dunia ini adalah mereka yang meninggalkan dunia tapi tidak merasakan sesuatu apa yang paling indah didalamnya." Maksudnya adalah mencintai Allah swt, mengenal-Nya dan berzikir kepada-Nya.
Kerinduan dan ketenangan jiwa tidak mungkin didapatkan kecuali setelah pintu cinta dibukakan. Sang pecinta menyambut kehadiran kekasih-Nya denga penuh cinta dan kebahagiaan. Ia akan mematuhi segala perintahnya dengan tulus. Ia tidak akan melakukan amalan ketaatan lantaran takut dengan hukuman jika meninggalkannya.
3. Rindu Kepada Allah swt
Ketika rasa cinta kepada Allah swt bersemayam dalam hati hamba, maka ia akan selalu terdorong untuk selalu bisa berkhalwat, berzikir, bermunajat dan menyatukan hatinya dengan Allah swt. Dengan demikian, sedikit demi sedikit akan timbul kerinduan kepada-Nya dan hatinya akan terkuasai oleh rasa rindu tersebut. Ujung dari kerinduan tersebut lahirlah keinginan untuk bisa bertemu dengan-Nya. Oleh karena manusia tidak bisa melihat Allah swt selama hidup di dunia, menjadikan semakin rindu untuk bertemu dengan-Nya diakhirat kelak.
Pertemuan apa :
a. Pertemuan dengan orang yang dicintai yang selama ini dirindukan untuk bertemu
dengan-Nya. Linangan air mata telah ditumpahkan di mihrab-Nya.
b. Pertemuan dengan orang yang selalu dipanjatkan do'a terhadapnya pada kondisi yang
susah. Ia mendapatinya dalam keadaan dekat dan seluruh do'a-do'anya dikabulkan
c. Pertemuan dengan orang yang selama ini telah melindungi dan mencukupi kebutuhan
hidupnya danDia juga telah membantu dalam melawan hawa nafsu dan musuh-musuhnya
d. Pertemuan dengan orang yang telah memberikan segalanya bagi dirinya yang telah
memuliakannya dan telah melindunginya dari segala ancaman dan marabahaya dengan
sebaik-baik penjagaan.
Rasulullah SAW berdo'a :
"YA Allah, hamba memohon kepada-Mu ridha dari setiap keputusan-Mu, kenikmatan hidup
setelah mati, kenikmatan setelah memandang-Mu dan kerinduan untuk berjumpa
dengan-Mu; bukan rindu yang memberikan mudharat bagiku, bukan pula rindu yang
menjadi fitnah bagi diriku ataupun rindu yang menyesatkan."
4. Pengorbanan Demi-Nya dan Jihad di Jalan-Nya
Cinta yang tulus kepada Allah swt akan mendorong seseorang untuk memberikan apa yang ia miliki demi mendapatkan ridho-Nya. Tidak cukup dengan yang demikian saja, mereka melakukan hal demikian dengan penuh kegembiraan. Segala yang ia impikan adalah pengorbanan yang dapat mengantarkannya kepada ridho Allah swt.
Pengorbanan dan jihad merupakan bukti yang paling besar untuk menunjukkan kecintaan kepada Allah swt.
5. Harap terhadap APa yang Ada di Sisi Allah Swt.
Semakin bertambahnya rasa cinta maka akan bertambah juga rasa penuh harap dan husnuzhan kepada Allah swt. Dia tidak akan melemparkan kekasih-Nya kedalam neraka. Seorang pecinta sejati tidak akan menyiksa orang yang dicintainya. Hal itu jelas dalam jawaban Allah swt kepada kaum Yahudi ketika mereka berkata :
" Kami Ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." katakanlah: ' Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu.: (Al-Maidah: 18).
6. Malu pada Allah SWT.
Seseorang yang mencintai Allah swt dengan tulus akan merasa malu jika dilihat kekasihnya dalam keadaan yang tidak pantas dilihat. Jika ia dalam keadaan maksiat maka dengan segera ia meminta maaf dan memohon ampunan pada-Nya dengan berbagai macam cara. Jika ditimpakan musibah, ia menjadikannya sebagai teguran dari Allah swt. Oleh sebab itu, Anda akan menyaksikan orang seperti ini adalah orang yang selalu bersegera untuk memenuhi perintah Tuhannya, selalu merasa hina di depan-Nya dan selalu memohon ridho dan ampunan-Nya.
7. Penyayang Sesama Makhluk
Diantara hasil yang dapat di petik oleh seseorang pecinta adalah ia akan memiliki rasa santun dan penyayang dalam dirinya kepada orang lain. Terutama bagi mereka yang ingkar dan suka bermaksiat. Seorang pecinta sejati akan menjadi santun terhadap sesama makhluk dan beharap dapat kembali bersama kepada Penciptanya.
Allah swt berfirman :
" Wahai kaumku sembahlah ALlah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya."
Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab
hari yang besar (kiamat)." ( Al-A;raf : 59)
8. Kecemburuan Allah SWT
Ketika cinta Allah swt tumbuh didalam hati seorang hamba hal ini menjadikan Dia (Allah swt) cemburu kepada hamba-nya jika mereka melakukan hal-hal yang di larang0Nya dan melampaui batasan-batasan-Nya.
Walaupun Allah santun kepada orang-orang yang bermaksiat, akan tetapi hal tersebut tidak mustahil bagi-Nya untuk marah dan benci walaupun kepada orang yang dekat denga-Nya. ALlah berfirman :
"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada ibrahim yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: sesungguhnya kami berlepas diri daripada apa yang kamu sembah selain Allah,kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja." ( Al-Mumtahanah: 4)
Allah tidak menyukai kekufuran, kezhaliman, kesemena-menaan, kesombongan dan ke fasikan. Oleh sebab itu seorang pecinta akan mendapati dua sifat mulia yang terdapat pada Allah swt. Sifat tersebut adalah santun terhadap makhluk dan selalu menginginkan kebaikan bagi mereka. Selain itu Dia tidak menyukai segala perbuatan yang tidak diridhoi-Nya dengan melarang mereka untuk melakukan hal tersebut.
9. Merasa Cukup dengan Allah SWT.
Dari hasil yang lain yang dapat kita petik dari kecintaan kepada Allah swt adalah merasa cukup dengan-Nya. Allah berfirman :
" Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (Azab-Nya.: (Thaha; 73)
Hal ini tercermin pada sikap seorang hamba ketika ia dihadapkan pada suatu kondisi. APabila ia merasakan hidupnya kacau, ia akan merasakan Allah swt bersamanya :
" Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita." (At-Taubah: 40)
Apabila dihadapkan dengan berbagai permasalahan ia akan mengatakan :
" Sesungguhnya Tuhan besertaku, ke;ak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (Asy-Syu'ara': 62)
Semboyan hidupnya adalah :
"Cukupkanlah Allah sebagai pemelihara." (An-Nisa': 132)
Taufik dan rahmat Allah swt tercurahkan pada orang yang mencintai-Nya dalam berbagai kondisi. Allah juga mewariskan kepada mereka kekayaan. Dicukupkan segala kebutuhannya dan Allah mendatangi mereka dari arah yang tidak mereka sangka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar