Minggu, 28 November 2010

...."Jangan Berkata Seandainya".....

Bismillahirrahmanirrahiim


Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Posting ini adalah lanjutan dari posting sebelumnya (Tetap semangat dalam hal yang bermanfaat). Kita masih melanjutkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.”

(HR. Muslim)


Jika Tidak Memperoleh Sesuai yang Diinginkan, Janganlah Katakan: “Seandainya Aku Lakukan Demikian dan Demikian, pasti ...

”Lalu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’” Maksudnya di sini adalah setelah engkau semangat dan giat melakukan sesuatu, juga engkau tidak lupa meminta pertolongan pada Allah, serta engkau terus melakukan amalan tersebut hingga usai, namun ternyata hasil yang dicapai di luar keinginan, maka janganlah engkau katakan: “Seandainya aku melakukan demikian dan demikian”. Karena mengenai hasil adalah di luar kemampuanmu. Kamu memang sudah melaksanakan sesuatu prosedur yang diperintahkan, namun Allah pasti tidak terkalahkan dalam setiap putusan-Nya.


وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 21)


Misalnya: Seseorang ingin melakukan perjalanan jauh dalam rangka mengunjungi saudaranya. Namun di tengah jalan mobil yang dia gunakan rusak. Akhirnya dia pun kembali, lalu berkata: Seandainya aku tadi menggunakan mobil lain tentu tidak akan seperti ini. Kami katakan: Janganlah engkau katakan demikian. Engkau memang sudah giat melakukan amalan tersebut. Seandainya Allah menghendakimu sampai ke tempat tujuan, itu pun karena takdir-Nya. Akan tetapi saat ini, Allah tidak menghendakinya.


Kenapa Tidak Boleh Mengatakan “Seandainya Aku Melakukan Demikian dan Demikian, pasti ...”?

Jika seseorang telah mencurahkan seluruh usaha untuk melakukan suatu amalan, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai keinginan, maka pada saat ini hendaklah ia menyandarkan segala urusannya pada Allah karena hanya Dia-lah yang menakdirkan segalanya. Oleh karena itu, maksud hadits ini adalah: “Jika engkau telah mencurahkan seluruh usahamu, juga tidak lupa meminta pertolongan pada Allah, lalu hasilnya tidak tercapai, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku melakukan demikian, maka nanti akan demikian dan demikian’.”

Ketetapan mengenai hal ini telah ada, tidak mungkin hal tersebut dirubah kembali. Urusan tersebut telah ditetapkan di Lauh Al Mahfuzh sebelum penciptaan langit dan bumi 50.000 tahun yang lalu. Apa hikmah tidak boleh mengatakan ‘Seandainya aku melakukan demikian, maka pasti akan demikian dan demikian’? Hal ini diterangkan dalam perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya, “Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.

” Maksudnya apa? Yaitu perkataan law (seandainya) dalam keadaan seperti ini akan membuka rasa was-was, sedih, timbul penyesalan, dan kegelisahan. Akibatnya karena rasa sedih semacam ini, engkau pun mengatakan, “Seandainya aku melakukan demikian, maka pasti akan demikian dan demikian”.


Apakah Semua Perkataan Seandainya Terlarang?

Kata ‘law (seandainya atau andaikata)’ biasa digunakan dalam beberapa keadaan dengan hukum yang berbeda-beda. Berikut rinciannya sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Qoulul Mufid (2/220-221), juga oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Bahjatul Qulub (hal. 28) dan ada beberapa contoh dari kami.


Pertama: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk memprotes syari’at, dalam hal ini hukumnya haram. Contohnya adalah perkataan: “Seandainya judi itu halal, tentu kami sudah untung besar setiap harinya.”


Kedua: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk menentang takdir, maka hal ini juga hukumnya haram. Semacam perkataan: “Seandainya saya tidak demam, tentu saya tidak akan kehilangan kesempatan yang bagus ini.”


Ketiga: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk penyesalan, ini juga hukumnya haram. Semacam perkataan: “Seandainya saya tidak ketiduran, tentu saya tidak akan ketinggalan pesawat tersebut.”


Keempat: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk menjadikan takdir sebagai dalih untuk berbuat maksiat, maka hukumnya haram. Seperti perkataan orang-orang musyrik:


وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ

“Dan mereka berkata: "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)".”

(QS. Az Zukhruf: 20)


Kelima: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan untuk berangan-angan, ini dihukumi sesuai dengan yang diangan-angankan karena terdapat kaedah bahwa hukum sarana sama dengan hukum tujuan. Jadi, apabila yang diangan-angankan adalah sesuatu yang jelek dan maksiat, maka kata andaikata dalam hal ini menjadi tercela dan pelakunya terkena dosa, walaupun dia tidak melakukan maksiat. Misalnya: “Seandainya saya kaya seperti si fulan, tentu setiap hari saya bisa berzina dengan gadis-gadis cantik dan elok.” Namun, apabila yang dianggan-angankan adalah hal yang baik-baik atau dalam hal mendapatkan ilmu nafi’ (yang bermanfaat). Misalnya: “Seandainya saya punya banyak kitab, tentu saya akan lebih paham masalah agama”. Atau kalimat lain: “Seandainya saya punya banyak harta seperti si fulan, tentu saya akan memanfaatkan harta tersebut untuk banyak berderma.”


Keenam: Apabila ucapan ‘seandainya’ digunakan hanya sekedar pemberitaan, maka ini hukumnya boleh. Contoh: “Seandainya engkau kemarin menghadiri pengajian, tentu engkau akan banyak paham mengenai jual beli yang terlarang.”

Haruslah Engkau Yakin, Semua Ini Adalah Takdir Allah


Setelah kita berusaha melakukan yang bermanfaat, lalu tidak lupa memohon pertolongan pada Allah dan kita tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, janganlah sampai lisan ini mengatakan: “Seandainya aku melakukan demikian dan demikian, ...” Oleh karena itu, Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah”. Maksudnya adalah ini semua sudah menjadi takdir dan ketetapan-Nya. Apa saja yang Allah kehendaki, pasti Dia laksanakan.


إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Huud: 107)


Tidak ada seorang pun yang berada di bawah kekuasaan-Nya mencegah kehendak-Nya. Jika Dia menghendaki sesuatu, pasti terjadi.Akan tetapi, wajib engkau tahu bahwa Allah subhnahu wa ta’ala tidak melainkan sesuatu melainkan ada hikmah di balik itu yang tidak kita ketahui atau pun sebenarnya kita tahu. Yang menjelaskan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,


وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Insan: 30)


Ayat di atas menjelaskan bahwa kehendak Allah berkaitan dengan hikmah dan ilmu. Betapa banyak perkara yang terjadi pada seseorang, namun di balik itu ada akhir yang baik. Sebagaimana pula Allah Ta’ala berfirman,


وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 216)


Banyak cerita mengenai hal ini. Ada sebuah kejadian kecelakaan pesawat terbang di Saudi Arabia yaitu penerbangan Riyadh-Jeddah. Penumpang yang akan menaiki pesawat terbang tersebut adalah lebih dari 300 penumpang. Salah satu pria yang akan menaiki pesawat tersebut pada saat itu sedang menunggu di ruang keberangkatan, namun ketika itu dia tertidur. Kemudian diumumkan bahwa pesawat sebentar lagi akan berangkat. Ketika pria yang tertidur itu terbangun, ternyata pintu pesawat telah tertutup kemudian pesawat pun lepas landas. Akhirnya, pria tadi sangat sedih karena ketinggalan pesawat. Kenapa dia bisa ketinggalan pesawat? Namun, Allah memiliki ketetapan yaitu di tengah perjalanan ternyata pesawat tersebut mengalami kecelakaan. Subhanallah, laki-laki tersebut ternyat yang selamat. Awalnya dia sedih dan tidak suka karena ketinggalan pesawat. Namun ternyata hal itu baik baginya.

Oleh karena itu –saudaraku-, jika engkau telah mencurahkan seluruh usaha dan engkau meminta pertolongan pada Allah, namun hasil yang dicapai tidak seperti yang engkau inginkan, janganlah engkau merasa sedih hati. Janganlah engkau mengatakan, “Seandainya aku melakukan demikian dan demikian, pasti akan ...”. Jika engkau mengatakan seperti ini, maka akan terbukalah pintu setan. Engkau pun akan merasa was-was, gelisah, sedih, dan tidak bahagia. Yang sudah terjadi memang sudah terjadi. Tugasmu hanyalah memasrahkan semua urusanmu pada Allah ‘azza wa jalla. Oleh karena itu, katakanlah, “Apa yang Allah kehendaki, pasti terlaksana”.


Mengambil Sebab Bukan Berarti Tidak Tawakkal

Hadits ini juga menunjukkan beriman kepada takdir dan ketetapan Allah, di samping itu kita harus melakukan usaha (sebab). Dua hal inilah yang merupakan kaedah pokok yang ditunjukkan dalam dalil yang amat banyak dalam Al Kitab dan As Sunnah. Keadaan agama seseorang tidaklah sempurna melainkan dengan meyakini takdir dan melakukan usaha. Segala macam perkara pun tidak akan sempurna melainkan dengan dua hal ini. Karena maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, ...”, ini maksudnya adalah perintah untuk melakukan usaha baik dalam urusan dunia maupun agama. Dalil yang lain yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ ، تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”

(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no.310)


Ibnu ‘Allan mengatakan bahwa As Suyuthi mengatakan,

“Al Baihaqi mengatakan dalam Syu’abul Iman:

Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai, enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Jadi, yang dimaksudkan dengan hadits ini –wallahu a’lam-: Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki, kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tangan-Nya dan dari sisi-Nya, maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar, kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan, tubuh, dan usaha mereka saja, atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal.”

(Darul Falihin, 1/335)


Al Munawi juga mengatakan,”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki, yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan sebab, akan tetapi dengan melakukan berbagai sebab yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki.

(Lihat Tuhfatul Ahwadzi bisyarhi Jaami’ At Tirmidzi, 7/7-8)


Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Pria itu mengatakan,”Aku tidak mengerjakan apa-apa sehingga rizkiku datang kepadaku.”

Lalu Imam Ahmad mengatakan,

”Orang ini tidak tahu ilmu (bodoh).


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.”

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda (sebagaimana hadits Umar di atas). Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki.

(Lihat Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhari, 23/68-69)


Tak Pernah Usai

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, “Seandainya, kalau kita menelusuri terus kandungan hadits ini, niscaya kita akan dapati faedah yang amat banyak. Namun itulah manusia, terkadang mereka melanggar wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat berharga ini.

Pertama, sebagian kita kurang bersemangat melakukan hal yang bermanfaat baginya, malah semangat jika melakukan hal yang berbahaya atau hal yang tidak ada bahaya dan manfaat. Siang dan malam hanya dia lewati dengan sia-sia, tanpa faedah, dan sirna begitu saja.

Kedua, jika dia memang melakukan hal yang bermanfaat, lalu dia tidak memperoleh hasil sebagaimana yang diinginkan, akhirnya dia akan menyesal. Perlahan-lahan keluar dari lisannya, “Seandainya saya melakukan ini dan ini, pasti akan ...”. Sikap semacam ini tidaklah tepat. Selama seseorang sudah berusaha melakukan yang bermanfaat baginya dan tidak lupa meminta kemudahan dari Allah untuk menyelesaikan urusan tersebut, maka serahkanlah semuanya pada Allah.”

Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com/

Rasulullah saw bersabda :" Bersemangatlah memperoleh apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan sekali kali merasa tak berdaya, dan apa bila engkau tertimpa sesuatu (kemalangan) , maka janganlah engkau berkata "Seandainya aku berbuat (begini), maka tentu akan begini atau begitu, tetapi katakan lah Allah telah mentakdirkan (begitu),dan apa yang Ia kehendaki Ia perbuat, karena perkataan “SEANDAINYA” membuka pintu setan." ( HR Muslim & Abu Huraih )

Jumat, 26 November 2010

Patient.....Hope....Love

What do you want from me?

Do you want my love?

Or do you want my friendship?


You confuse me through what you say

You say you love me

But don’t seem to care


Why don’t we just be friends?

Nothing more

Nothing less


Perhaps you still have feelings for me

But why don’t you show them?

Why must you hurt me this way?


I still love you

But I just want to know

Do you feel the same?

I will remain open hand if

you want to reach back


Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kita bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupan dan kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita …


Hal yang sangat menyedihkan adalah saat dulu kau jujur pada dia, ….

Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya ….

Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya …


Saat kau berbicara dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak mendengar …

Saat kau agresif padanya dengan tulus, tapi dia tidak kasih respon…

saat kau ada waktu untuknya, tapi dia bilang tidak ada waktu selalu sibuk....


Hal yang sangat mengecewakan dari dirimu adalah

kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan, banyak masalh …


Dulu....

Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu …

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu?


Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu ….

Saat dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan ….

sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia ….

sebenarnya dia telah mengajarkanmu

Saat kau Agresif dengan tulus tapi dia tidak ada respon

sebenarnya sedang mengajarimu untuk rela menerima takdirNya ….

Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu ….

sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun..

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu …

sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita,

mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya ….


Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan dan banyak maslh

sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun,

kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan dan banyak masalh

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan,egois dan sikap yang tidak mengenakkan, seperti itu…

Ada apakah di balik semua itu.....???


Dan memang betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti,

di beri harapan-harapan, dan cuma menjadi cadangan.

mungkin kaupun pernah merasakannya...

Sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih kita membersihkan hati & jiwa,

melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu


Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu …


“God always let you met few wrong people before He let you meet the right one. So that when you finally met the right one, you’ll know how to treasure him”

"Iba dan Cinta"......Apakah sama Atau selalu sejalan dan Selaras...Hhhmmm....!!!!

IBA tentu tidak sama dengan yg namanya cinta..

malah berbeda jauhhhh sekali.............

Iba itu timbul karena rasa kasihan.............

kalau mempertahankan cinta karena kasihan, itu pasti akan ada...

sementara cinta itu juga timbul karena rasa suka yang dibumbui dengan perjalanan komunikasi..............

soal pada akhirnya akan timbul rasa cinta, itu bisa dan mungkin saja,

karena ada pepatah "witing tresno jalaran soko kulino".....

cinta akan timbul karena biasa bersama2...Insya Allah....

Rasa kasihan pasti ada pada setiap manusia, itu pertanda jika hati masih hidup

dan sifat sosial yg ada pada setiap diri manusia

hanya pada akhirnya menerma dengan kasihan saja tanpa ada usaha untuk meluruskan niat,

Mencintai karena Allah dan mencoba memupuk perasaan cinta dalam diri sepertinya itu yang perlu dilakukan.

Jangan sampai rasa kasihan membuat kita menjadi tersiksa ..

selama kita ridha dan ikhlas dan mantap maka jalani saja..kembalikan pada Allah.

karena Dia yang Maha Menggenggam hati-hati manusia...

Cinta...apakah identik sellu dengan nafsu...hhhmmm...

tapi tergantung pada sudat pandang mana yang jadi landasan awal saat kita mengatakan cinta?

kalimat panggilan mesra seperti apa?...

cinta yang seperti apa yg di inginkan?...

dan apakah cinta itu banyak jenisnya?...

Jika paham kemana cinta bermula,

seperti apa dan bagaimana...

dan kemudian apa yang akan dilakukan pada akhiranya..

kembalikan pada pribadi masing2 yang menjalankannya.

....wallahu'alam bisah showab...

coba bertanya pada hati yg paling terdalam mengenai pilihan itu....

insya Allah akan ditemukan jawabannnya

Rabu, 27 Oktober 2010

Kegiatan Kunjungan Panti Asuhan dan Panti Jompo dalam rangka Temu Alumni '98 MTs N 1 Palembang.

Kami Membutuhkan Anda Untuk Berpartisipasi Dalam Kegiatan :
( B3 ) Bersatu & Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu dan Jompo
ALUMNI 1998 MTs N 1 PALEMBANG

PENDAHULUAN
Kegiatan amal ini berawal dari keinginan kami untuk membantu sesama disamping sebagai bentuk rasa syukur atas kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang kurang beruntung . Setelah melalui diskusi bersama, kami memilih kegiatan sosial berupa kunjungan panti asuhan dan panti jompo dengan memberikan berupa bantuan berupa uang atau barang yang pasti mereka sangat membutuhkannya.
Seperti yang kita ketahui, Panti Asuhan dan Panti Jompo merupakan tempat diasuhnya anak-anak dan Orang tua yang terbuang, bagi anak-anak yang mereka terlantar dan tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah dan ibu serta bagi orang tua yang ingin menikmati masa tua dengan bahagia. Mungkin dalam diri anak-anak da orang tua tersebut terdapat perasaan bahwa mereka tidak diinginkan atau bahkan tidak perlu lahir. Padahal mereka sama berharganya seperti kita. Dengan alasan itulah kami memilih tempat ini dengan harapan yang sesuai dengan tema "Bersatu & Berbagi Bersama" kebahagiaan dengan orang-orang disana.
DASAR PEMIKIRAN
  • “ Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ( ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas ( Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al. Baqarah : 261)
  • “Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung TALI SILATURAHMI nya.” (HR. Al-Bukhari 10/348,Muslim no. 2558, Abu Dawud no. 1693).

TUJUAN KEGIATAN
  • Menghidupkan jiwa solidaritas untuk peduli terhadap orang-orang perlu di kasih bantuan
  • Menjadikan momentum sebagai perekat silaturahim antar alumni MTs N 1 Palembang agar terus tumbuh semangat persaudaraan.
BENTUK KEGIATAN
  • Pemberian bantuan berupa dana tunai kepada Panti Asuhan dan Panti Jompo.
  • Pemberian Bantuan berupa Makanan (susu, biskuit, beras, mie dan makanan balita lainnya) dan Perlengkapan Barang seperti (popok bayi, selimut, baju dll.)
  • Dan Lain Lain (Berupa Buku-buku atau Al-Qur'an dan Juz 'amma)
WAKTU DAN LOKASI KEGIATAN
  • Sabtu, 12 Februari 2010 .
  • Ada 2 lokasi panti Asuha dan Panti Jompo ( Lokasi dalam Konfirmasi ) akan di Info lebih lanjut.
RENCANA ANGGARAN
  • Bantuan dari semua Alumni MTs N 1 Palembang
  • Para Donatur
  • Proposal yang di jalankan
SUSUNAN PANITIA
  • Susunan Panitia ( Terlampir )
RUNDOWN ACARA
  • Susunan Acara ( Terlampir )
PENUTUP
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga Allah berkenan memberi limpahan rahmat kepada kita semua.

Akhirnya kepada para donatur dan kepada mereka yang turut serta membantu kegiatan ini, semoga amal ibadah Bapak /Ibu / Saudara diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan imbalan yang berlipat ganda. Insya Allah kami akan menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Wassalamu'alaikum Wr.WB
Palembang, 20 Februari 2010
TTD

Tim Alumni 1998
MTs Negeri 1 Palembang

Info lengkap klik blog ini :
http://alumni98b3-bersatuberbagibersama.blogspot.com/

"Permainan Isyarat"

Tak tertahan juga ternyata rasa kangen itu menyerang kembali ...
lama sudah mencoba untuk melupakan, tapi ketika hati ini merindu ...
datang bayang-bayangnya, hingga rasa itu begitu menghanyutkan.
Ah dia ... apakah dia mengerti rasa ini ....
apakah dia merasakan rasa ini pula .....
andai saja rindu ini terbalaskan ........

Sampai kapan berada di sana,
setelah sekian lama berada di pulau lain,
dan diawalnya pun dia pergi tanpa kata, tanpa ada tanda-tanda ...
dan tiba-tiba saja dia memberi isyarat yang tak terduga.
dan awalnya pun aku tak percaya.
tapi aku harus mencobanya. dan sudah aku luangkan semuanya

...kini....

Aku hanya termangu serta terdiam dan mengikuti saja permainan darinya...
sampai sejauh mana....
dan sampai aku telah merasa bahwa aku sudah harus menenangkan diri .....

Padahal andai saja sebelumnya aku berani lebih aktif ....
mungkin akan berbeda jadinya ....

sayang....

Kini aku hanya terpaku dan tak tahu harus berbuat apa dan kembali termangu...
hanya menunggu ..dan menunggu...... sinyal... sinyal dari dirinya....

Ah .... rindu ini .... andai kau bisa memberikan isyarat padanya .......
dan memberikan padanya tanda-tanda rasa ini ....... lamunanku.......
dan mudah-mudahan "SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA"

Minggu, 26 April 2009

Kehidupan dan stress

Kehidupan & Stress
Umumnya penyakit mental yang diderita manusia adalah akibat pikiran yang selalu negatif. Jadi hanya kesadaran pikiran dan hal-hal yang dianggap baik/positif saja, yang dapat menerima sugesti penyembuhan bioenergi ini. Kalau hal itu dipercaya, maka yang biasanya sakit atau suka ditimbuni penyakit, akan merasa segar kembali. Memang, kekuatan energi adalah alasan yang paling baik untuk semua manusia. Namun ada saja serangan penyakit, tanpa kita sendiri mampu melihat fakta yang menarik dan energi yang tidak terbatas dalam diri kita. Kekuatan itu akan membawa manusia ke aktualisasi pemikiran dengan kepercayaan dan kesadaran. Kalau pemikirannya kacau dan berpikiran negatif, maka dia hanya bisa mengharapkan kehidupannya juga kacau dan kondisinya pun yang tidak sehat.
Sungguh sangat tidak menguntungkan orang yang terbiasa selalu berpikir negatif di dalam hidupnya. Stress merupakan fakta yang dialami banyak orang termasuk kita dan saudara-saudara kita. Adalah suatu hal yang bagus, bila kita dapat menolak pikiran negatif itu. Justru pikiran negatif adalah penyakit yang membuat kita sakit, menderita bahkan menyebabkan kematian. Kita tidak ingin hal itu terjadi pada diri dan saudara-saudara kita tentunya. Maka rahasia kesehatan adalah buanglah pikiran yang negatif.

Rasulallah saw melarang kita berpikir negatif ketika seseorang mengatakan ,”Seandainya dulu aku… niscaya…” maka Sabda Beliau adalah, “Bersunggug-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu janganlah kamu mengatakan, ‘Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini, begini’. Katakanlah, ‘Allah telah mentakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi’ . Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan.” (HR Muslim)

Kehidupan dan stress adalah sahabat kental. Kedua pihak sering bertemu setiap saat. Dimanapun berada. Stress akan muncul tiba-tiba, di luar keinginan kita. Tanpa harus menilpon atau mencet tombol radio dan mencari sebuah frekwensi. Dia nyelonong bak ‘setan penggoda’, kapanpun mau menggoda. Stress adalah penyakit mental, yang kalau tidak dirasa-rasakan, tidak secuilpun tubuh yang terasa sakit dan tidak ada penyakit yang dapat dideteksi.
Munculnya stress, frustrasi atau depresi pada semua mahluk agaknya seumur dengan lahir dan perkembangan mahluk itu sendiri. Stress akan dialami oleh manusia, hewan termasuk juga tumbuh-tumbuhan.
Tanaman-tanaman juga mengalami hal yang sama. Tatkala kita menempatkan tanaman anggrek yang tidak tepat kondisi cuaca dan cara perawatannya, daunnya langsung pada menguning, akarnya kering lalu mati. Begitupun pepohonan lain akan langsung layu, walau kemudian kita tanam di tempat lain atau dipindahkan. Lama, dia harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan tanah. Namun dia akan mengalami stress dan kalau tidak sesuai dengan habitatnya, mati. Memang, manusia hanya menerka-nerka bahwa flora dan fauna itu juga mempunyai perasaan. Mereka harus dirawat, diberi makanan atau pupuk dan diberi kasih sayang. Tak ubahnya manusia.
Menurut tokoh psikologi, Richard Lazarus, stress bisa dibilang akan muncul, ketika kondisi kehidupan berubah atau realita yang kita hadapi tidak sesuai dengan keinginan. Pada manusia, ketika terjadi perubahan mereka akan melakukan proses penilaian awal (primary appraisal). Ialah sesuatu yang bisa dirasakan sebagai hal yang positif, netral atau negatif. Setelah itu potensi stress bisa saja terjadi.
Ini adalah gejala dasar stress pada manusia. Tentu saja tekanannya ada yang sangat ringan hingga seberat-beratnya. Pada orang-orang yang mentalnya kurang kuat, apapun yang dia hadapi bisa mengakibatkan stress. Individu pada umumnya akan stress ketika mengalami kehilangan pekerjaan jadi pengangguran, kemiskinan, kehilangan orang-orang yang dicintai karena kematian atau putus cinta.
Stress berat, depresi dan putus asa, bisa mengakibatkan seseorang bunuh diri seperti halnya pemenang Pulitzer tahun 1994 Kevin Carter, pemilik perusahaan Hyundai Chung Mong Hun, pengusaha tekstil Marimutu Manimaren atau novelis Jepang legendaris Akutagawa Ryonusuke. Di lain pihak, orang yang divonis hukuman penjara hingga menjadi terpidana mati, juga akan mengalami depresi berat. Ratu Marie Antoinette dari Scotlandia ketika menghadapi eksekusi dengan guillotine, tiba-tiba rambutnya langsung memutih. Padahal tadinya dia nampak tenang-tenang saja. Hal itu menggambarkan betapa hebat stress yang dia pendam sebelumnya. Banyak narapidana hukuman mati yang masa eksekusinya ditunda, tidak bisa menahan ketakutannya. Suatu saat, mereka tiba-tiba berteriak-teriak histeris di dalam selnya.
Di kutip dari : www.eft.co.id